Seorang nenek berumur 80 tahun di Jepang wafat karena virus corona. Nenek ini jadi korban jiwa pertama karena wabah virus corona di Jepang.
Seperti dikutip Associated Press, Jumat (14/2/2020), Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato, menginformasikan jika satu pasien yang wafat ialah seorang wanita berumur 80-an tahun yang dirawat dalam suatu rumah sakit dekat Tokyo semenjak awal Februari kemarin. Nenek itu dirawat sesudah alami beberapa gejala virus corona.
Baca Juga : Teks Diskusi
Kato mengatakan nenek itu wafat pada Kamis (13/2) waktu ditempat. Tetapi analisis jika nenek itu terinfeksi virus corona atau Covid-19 baru terkonfirmasi sesudah ia wafat.
"Orang ini dirawat di rumah sakit di Prefektur Kanagawa semenjak awal Februari, kematiannya di konfirmasi ini hari," ucap Kato.
"Disangka orang ini menanggung derita pneumonia yang dikarenakan oleh novel coronavirus serta tes PCR juga dikerjakan, sesudah kematiannya baru di konfirmasi jika hasil tesnya positif novel coronavirus," paparnya.
Baca Juga : Pengertian Teks Diskusi
Selama ini, otoritas Jepang memverifikasi 247 masalah virus corona di wilayahnya, terhitung 218 masalah dari satu kapal pesiar namanya Diamond Princess yang dikarantina di Yokohama. Otoritas Jepang menginformasikan kematian pertama karena virus corona ini, beberapa saat sesudah memverifikasi 44 masalah penambahan dari kapal pesiar itu.
Selanjutnya, disebut jika nenek yang wafat itu adalah masyarakat Prefektur Kanagawa serta tidak memiliki kisah perjalanan ke Wuhan atau lakukan kontak dengan masyarakat China dari daerah itu. Otoritas kesehatan Jepang sedang menyelidik bagaimana nenek ini terinfeksi virus corona, terhitung sangkaan penyebaran antarmanusia.
"Berkaitan novel coronavirus -- pada step ini kami tidak mempunyai info cukup masalah epidemiologis yang ke arah pada penebaran virus di Jepang. Ke depan, kami akan kumpulkan info epidemiologis, konsultasi dengan beberapa ahli dan memperhitungkan beberapa langkah yang dibutuhkan di waktu akan datang," sebut Kato.
Baca Juga : Teks Diskusi Adalah
Dalam pengakuannya, Kato memverifikasi dua masalah baru di Jepang, yaitu seorang sopir taksi berumur 70-an tahun di Tokyo serta seorang dokter berumur 50-an tahun yang kerja dalam suatu rumah sakit di daerah Jepang sisi barat.

No comments:
Post a Comment