Diambil detikINET dari Buzzfeed News, Jumat (21/2/2020) salah satunya developer paling besar yang dicekal ialah Cheetah Mobile yang datang dari China.
Baca Juga : Manajemen Proyek
Pengembang ini sudah lama terjebak penipuan melalui iklan, tetapi Google masih mengizinkannya menerbitkan aplikasi di Play Store. Kesempatan ini, semua katalog Cheetah Mobile yang berisi 45 aplikasi di Play Store sudah dihapus.
Senior Product Manajer Google for Ad Traffic Quality, Per Bjorke menjelaskan aplikasi yang sudah dihapus sejumlah besar membidik pemakai berbahasa Inggris. Aplikasi-aplikasi ini ditingkatkan oleh developer yang datang dari China, Hong Kong, Singapura serta India.
Google memang mempunyai kebijaksanaan yang melarang pengembang untuk tampilkan iklan saat aplikasi tidak sedang dipakai. Disamping itu pengembang dilarang tampilkan iklan yang menipu pemakainya untuk di-click dengan tidak menyengaja.
Baca Juga : Pengetrian Manajemen Proyek
Bjorke juga memberikan contoh aplikasi yang tampilkan iklan selayar penuh saat pemakai ingin menelepon memakai ponselnya.
"Ini ialah manuver yang invasif yang menyebabkan kejadian buruk buat pemakai yang mengganggu peranan penting piranti seperti panggilan telephone serta GPS, mengeklik iklan dengan tidak menyengaja serta menyiakan uang untuk pengiklan," kata Bjorke.
Bjorke menjelaskan jika Google sudah meningkatkan tehnologi machine learning yang dapat automatis mengetahui bila aplikasi tampilkan iklan waktu sedang tidak dipakai. Skema ini yang menolong mereka mengenali aplikasi serta pengembang mana saja yang melanggar kebijaksanaannya.
Baca Juga : Manajemen Proyek Adalah
Dia memberikan tambahan beberapa pengembang memakai tehnik yang sama untuk menghindarkan deteksi. Tetapi tidak diketahui apa mereka bekerja bersama.
"Tentu ada tanda-tanda jika mereka memakai tehnik sama. Apa mereka terkoordinasi atau mungkin tidak, kami tidak paham tentu," ujarnya.

No comments:
Post a Comment