Tuesday, January 21, 2020

Terluka Akibat Rudal Iran

Korban cedera karena serangan rudal Iran pada tempat pasukan militer Amerika Serikat (AS) di Irak awal bulan ini, nyatanya makin banyak dibanding yang diutarakan awalnya. Beberapa tentara AS kembali diterbangkan dari Irak ke arah Jerman untuk jalani kontrol medis selanjutnya.



Seperti dikutip Associated Press, Rabu (22/1/2020), beberapa petinggi pertahanan AS yang malas disebutkan namanya mengutarakan jika beberapa tentara AS diterbangkan keluar dari Irak sebab alami kekuatan gegar otak karena serentetan serangan rudal Iran pada 8 Januari kemarin.

Baca Juga : Polusi Udara

Jumlahnya tentu dari tentara AS yang diterbangkan ke Jerman, tidak didapati tentu. Tetapi menurut petinggi pertahanan AS itu, banyaknya 'kecil'. Minggu lantas, minimal 11 tentara AS diterbangkan dari Irak ke arah sarana medis AS di Jerman serta Kuwait untuk jalani kontrol lengkap atas tanda-tanda gegar otak yang mereka alami karena serangan rudal Iran.

Jubir Komando Pusat AS, Kapten Angkatan Laut Bill Urban, memverifikasi terdapatnya eksodus penambahan pada tentara AS di Irak, tetapi ia tidak menyebutkan berapakah personil yang dievakuasi.

"Waktu perawatan medis serta pelajari di ruangan perawatan bersambung, beberapa tentara yang lain diidentifikasi berpotensi luka," ucap Urban dalam pengakuan pada Selasa (21/1) malam waktu ditempat.

Baca Juga : Pengertian Polusi Udara

"Beberapa tentara ini -- sebab banyak kehati-hatian -- sudah dibawa ke Landstuhl, Jerman, untuk pelajari selanjutnya serta mendapatkan perawatan yang dibutuhkan atas fundamen rawat jalan. Mengacu pada keadaan luka yang tertera, bisa saja luka penambahan diidentifikasi di saat-saat akan datang," tambah Urban.

Awalnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan dianya diberitahu jika tidak ada masyarakat Amerika sebagai korban serangan rudal Iran. Pertanyaan masalah korban jiwa dari AS benar-benar relevan saat itu sebab efek serangan rudal Iran benar-benar tentukan buat AS dalam putuskan untuk membalas Iran atau mungkin tidak.

Trump pilih tidak untuk lancarkan serangan balasan serta kemelut dengan Iran sedikit berkurang.

Baca Juga : Polusi Udara Adalah

Beberapa waktu sesudah serangan rudal Iran, kontrol medis yang dikerjakan dengan prosedural temukan jika beberapa tentara AS yang berlindung di bunker waktu serangan berlangsung, menanggung derita beberapa gejala gegar otak. Tidak ada korban meninggal dalam serangan rudal Iran yang disebut tindakan balasan atas kematian Qasem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Iran, dalam serangan drone AS pada 3 Januari kemarin.

No comments:

Post a Comment