Monday, December 9, 2019

Kader PAN Hanya Kejar Dunia Itu Namanya Politisi Sontoloyo

Ketua Dewan Kehormatan Partai Mandat Nasional (PAN) Amien Rais memberi pengarahan pada Workshop Nasional Anggota DPRD PAN. Amien menjelaskan politikus yang cuma memburu dunia ialah politikus sontoloyo.



Amien awalannya menjelaskan masalah demokrasi di Indonesia. Menurut Amien, bangsa ini bukan sekedar membutuhkan demokrasi, tetapi harus di dukung oleh kepribadian.

"Saudara-saudaraku, bangsa yang membutuhkan demokrasi tapi moralnya rusak ditambah lagi agama dimusuhi itu umumnya ujung-ujungya satu keruntuhan," kata Amien waktu memberi pengarahan di Hotel Redtop, Pecenongan, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Baca Juga : Administrasi Perkantoran

Amien menjelaskan banyak profesor mengemukakan imperium Romawi hancur hanya karena cari kekuasaan. Menurut dia, kekuasaan tanpa ada kepribadian bisa mendatangkan keruntuhan.

"Jadi banyak profesor botak di Amerika itu yang dapat cari kesamaan hancurnya imperium Romawi dengan the fall of American empire saat ini, dan juga Chinese empire, justru semua empire itu mengikuti cuma cari kekuasaan tanpa ada dimensi kepribadian, tanpa ada dimensi rohani karena itu manusianya jadi bejat yang dikejar cuma dunia, dunia, dunia, dunia," katanya.

Amien selanjutnya menyambung perkataan Kerua Biasa PAN, Zuklifli Hasan masalah politikus yang cuma memburu dunia. Ia menyebutkan memburu dunia serta menumpuk kekayaan bisa memunculkan distorsi.

"Nah karenanya saudara sekaligus barusan ada keyword dari Pak Zul (Zulkifli Hasan) itu, jika kita cuma mengajar dunia dalam politik, menumpuk-menumpuk kekayaan contohnya atau keduniaan kita alami disorientasi," katanya.

Amien meminta pada kadernya agar bukan sekedar memburu dunia. Menurut Amien, kader yang cuma memburu dunia ialah politikus suntoloyo.

Baca Juga : Pengertian Administrasi Perkantoran

"Jadi jika ada politikus PAN jadi anggota DPRD, Bupati, Sekda, Gubernur, DPR RI, menteri siapa tahu kemungkinan Presiden satu saat tapi kok cuma mengejar-ngejar duniawi itu namanya politikus sontoloyo," katanya.

Amien mencuplik opini dari tokoh kemanusiaan asal India, Mahatma Gandhi. Amien menyebutkan Gandhi memiliki pendapat jika manusia itu lakukan apa yang mereka pikirkan.

"Saudara sekaligus, coba satu orang Gandhi saja pernah menjelaskan jika a man is about a product of his talk, what he thinks he become. Jadi manusia itu produksi dari pikirannya, apa yang dipikir cuma dunia ya itu jadilah ia dunia," papar Amien.

"Selanjutnya sebenarnya Gandhi ini apabila masuk Islam semakin bagus . Sebab banyak pikirannya itu yang cukup mirip-mirip. Contohnya Sayidina Abu Thalib menjelaskan 'Kemiskinan itu jika jadi manusia tentu saya bunuh' Gandhi menjelaskan 'Kemiskinan itu ialah bentuk yang paling kejam dari kekerasan' dan lain-lain," paparnya

Baca Juga : Administrasi Perkantoran Adalah

Diluar itu, Amien memberi pesan supaya mengamalkan teori berpikir global tetapi melakukan tindakan lokal. Berarti, perjuangan itu harus sesuai dengan tempat serta wilayah semasing.

"Tetapi thing globally act locally itu suatu hal yang perlu, sebab jika tidak kita tidak paham apa yang berlangsung di global ini kita jadi seperti ketek ditulup, ini bahasanya Bapak Daryanto, orang Jawa soalnya. Jadi ketek ditulup itu monyet yang terkena tulup itu loh ya, di kanan kita tidak tahu apa-apa begitu, ditulup begitu , jadi membuat malu," ujarnya.

No comments:

Post a Comment