Wednesday, October 30, 2019

Anak Tya Ariestya Alami Infeksi Saluran Kemih

Tempo hari pada Selasa (29/10), putra ke-2 dari artis Tya Ariestya, Kalundra, sudah jalani aksi sirkumsisi atau sunat di usianya yang mencapai 6 bulan. Aksi ini dikerjakan sebab terdapatnya infeksi pada aliran kemihnya.



"Tempo hari, alhamdulillah proses sirkumsisi a.k.a SUNAT Kalundra, lancar," tulisnya di account Instagram kepunyaannya.

Baca Juga : Kesehatan Lingkungan

"Kalundra memang seharusnya (lakukan sirkumsisi), sebab efek untuk ISK (infeksi aliran kemih) berulangnya tinggi sekali. Mending ku sunat & insyaallah sehat," paparnya.

Pakar urologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Agus Rizal A H Hamid, SpU menjelaskan, aksi sirkumsisi pada anak di umur lebih muda dapat dikerjakan bila berlangsung fimosis atau penyempitan ujung kulit yang menutupi penis. Hal ini umumnya berlangsung pada beberapa anak.

"Jika memang ISK itu karena fimosis, dapat kita kerjakan sirkumsisi. Tetapi, awalnya harus ada kontrol dengan fisik dahulu untuk memastikannya," kata dr Agus pada detikcom, Rabu (30/10/2019).

Baca Juga : Pengertian Kesehatan Lingkungan 

dr Agus menerangkan, fimosis ini dapat dideteksi lebih dini. Pertanda dapat disaksikan waktu anak akan buang air kecil. Sebelum urinenya keluar, kemaluan si anak akan menggembung.

"Pertanda dapat disaksikan, waktu akan kencing, kemaluan atau penis si anak ini akan menggembung besar dahulu baru dapat keluar airnya. Nah, kondisi semacam itu dapat kita bertindak sirkumsisi, sebab kulit pada ujung penisnya menyempit serta menghambat air itu untuk keluar dengan gampang," tuturnya.

Diluar itu, sinyal yang lain dapat kelihatan ialah perkembangan berat tubuh yang tidak baik, seperti yang dirasakan Kalundra. Tya Ariestya menjelaskan dalam postingannya, perkembangan berat tubuh anaknya lebih buruk semenjak umur 3 bulan.

Baca Juga : Kesehatan Lingkungan Adalah

"Iya. Dapat. Berat tubuh bisa saja pertanda. Sirkumsisi ini dikerjakan untuk kurangi efek ISK yang berulang-ulang yang akan mengganggu perkembangan si anak," tambah dr Agus.

dr Agus merekomendasikan, sesudah aksi sirkumsisi dikerjakan, butuh dikerjakan pelajari kembali. Ini mempunyai tujuan untuk menghindarkan efek infeksi aliran kemih yang berulang-ulang di masa datang.

No comments:

Post a Comment