Sunday, October 21, 2018

Kustomfest 2018: Honda Vario Bergaya Chopper Hingga Motor Musik

Pameran kustom paling besar di Indonesia, Kustomfest 2018 kembali diselenggarakan tanggal 6 - 7 Oktober di Yogyakarta. Dalam pameran modifikasi yang dipusatkan di gedung Jogja Expo Center itu, beberapa karya unik ditonjolkan oleh beberapa builder dipilih yang sukses lolos seleksi. Keseluruhan ada 155 motor kustom yang dapat mejeng dalam ajang indoor itu. Ada beberapa ratus motor juga yang harus tersisih tidak dapat ikuti arena itu sebab dipandang tidak penuhi persyaratan kustom yang mengangkat topik Colors of Difference itu.

Salah satunya motor kustom dipilih yaitu punya builder asal Malang Jawa Timur, Dimas Zakaria bersama dengan bengkelnya Grave Digger. Motor Dimas yang dicustom mempunyai basic Honda Vario 110 cc tahun 2010. Namum motor itu benar-benar tidak terlihat sisa Varionya sebab telah dirombak keseluruhan bergaya chopper.

Baca Juga : Jenis Jenis Ukulele dan Jenis Ukulele Berdasarkan Ukuran

Chopper dengan panjang 1,5 mtr. itu mempunyai kekhasan pada garapan bodynya yang ambil bentuk bentuk alat musik. Yang semua diolah dengan hand made atau bikinan tangan. Contohnya tangki berupa biola, knalpot berupa saksofon, jok mirip keyboard, serta sisi yang lain.

Alat musik jadi pilihan kustom sebab saya ingin ada ciri saja, yang menggabungkan lekuk alat musik sesuai dengan sisi motor," tutur Dimas didapati Tempo Jumat 5 Oktober 2018. Dimas mengakui habiskan 2 bulan lebih bangun motornya itu. Cost yang dihabiskan sampai Rp 30 juta.

"Kesulitannya waktu membuat tangki serupa biola supaya taraf biolanya tidak banyak beralih seperti aslinya," tutur Dimas yang cuma memakai mesin saja dari sisi asli Vario itu. Motor custom Dimas ini awal mulanya juara pertama kelompok matic custom Suryanation 2017, juara pertama Kampus Brawijaya Malang, serta juara pertama Honda Auto Contest 2018.

Baca Juga : Jenis Ukuran Ukulele dan Jenis Jenis Gitar

Tidak hanya motor musik punya Dimas, ada juga motor bergaya bagger atau mempunyai bagasi dengan warna hijau metalik ngejreng serupa belalang sembah. Motor bongsor yang cukuplah mengambil perhatian ini dikerjakan bengkel Robot Motorworks asal Yogya. Motor bagger ini memakai mesin basic dari pabrikan S&S 2000 cc yang berbasiskan di Taiwan. Dengan mode softail, motor ini fairingnya dicustom semuanya memakai bahan pelat.

Memakai roda depan after mich dengan ukuran ring 30 inci dengan ukuran ban 140/40 tengah ban belakang memakai ring 18 inci. "Semua body motor ini full custom, yanh original cuma mesinnya," tutur pemilik bengkel kustom Robot Motorworks Robby Budi Murtanto.

Robby menjelaskan kesusahan penting bangun motor bagger itu sebab semua bodi ditempa memakai pelat. Walau sebenarnya umumnya builder membangunnya menggunakan bahan yang lebih gampang dibuat seperti karbon kevlar atau fiberglass. "Jika bahan karbon atau fiber kan tinggal membuat cetakan selesa, jika bahan pelat mesti ketok serta bentuk semuanya pelan-pelan," katanya.

Sisi yang mengambil perhatian dari motor berwarha hijau selama 2 mtr. itu diantaranya lampu depan. Mencomot lampu punya Mio Fino, Robby meningkatkan aksennya lebih classic di bagian topinya lebih dikit memanjang dengan bahan pelat juga. Sisi jok memakai kulit serta sisi penggerak memakai belt atau sabuk, bukan rantai kembali.

Baca Juga : Harga Gitar Akustik dengan Harga Gitar Elektrik

Akan tetapi sisi bagasi atau bagger motor ini cuma pemanis. Tidak berperan menjadi bagasi biasanya seperti bagger dari Harley Davidson biasanya. "Motor ini ditangani 9 bulan dengan biayanya seputar Rp 225 juta," katanya. Diluar itu satu motor yang ikut mengambil perhatian yaitu satu chopper garapan bengkel asal Sanur Bali, AMS Garage yang dinamakan Gajah Ireng. Chopper punya Putu Ajus Muliawarman itu memakai mesin S&S 1200 cc serta mengangkat saluran Pro Street seperti dicirikan dengan ban raksasa ukuran 300, lebar 8 inci dengan ring 18 inci dibagian belakangnya.

Motor yang sudah sempat jadi juara arena modifikasi Suryanation 2018 kelompok Free For All di Bali itu menyisipkan frame atau rangka import bikinan bengkel kustom kenamaan Jerman, Waltz. Tengah sisi air suspensi dikepras ditukar softail serta semua bodi ditempa bahan alumunium. Untuk kustomnya saja, motor ini telah habiskan cost Rp 200 juta.

No comments:

Post a Comment