Sunday, October 21, 2018

Musik Hadrah Iringi Ajang Balap Sepeda Tour de Banyuwangi Ijen

Etape ke-2 International Tur de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 jadi balap sepeda istimewa dibanding dengan balap sepeda dunia yang lain. Masalahnya di etape ke-2 dengan trek selama 179,3 KM ini, di buka dengan shalawat yang disertai musik hadrah.

Start etape 2 Tur de Ijen yang berjalan Kamis, 27 September 2018 ini ambil titik start di Stasiun Kalibaru. Selama persiapan lomba sampai pemberangkatan peserta di muka Stasiun Kalibaru, alunan shalawat serta musik hadrah selalu bergema.

Baca Juga : Belajar Fingerstyle dan Belajar Gitar Fingerstyle

Bahkan juga, salah satunya Commissaire 3 dari perwakilan federasi balap sepeda internasional - UCI, Tsunenori Kikuchi, ikut menabuh rebana, bersama dengan dengan pemain hadrah diatas panggung. Karena sangat asyiknya, Kikuchi manggut-manggut walau tidak memahami apakah yang dinyanyikan penyanyi rebana ini.

"Balap sepeda internasional dalam dunia serta di negara mana saja tidak ada pembukaan acara dikerjakan dengan Shalawat. Baru berada di Banyuwangi ini," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, waktu memberangkatkan peserta di Stasiun Kalibaru. Menurut Anas, dikumandangkannya shalawat di pembukaan etape ke-2 itu untuk mengusung kebiasaan lokal Banyuwangi.

Baca Juga : Cara Belajar Fingerstyle dengan Cara Merawat Senar Gitar

"Menurut Mbah Hasyim (KH Hasyim Wahid pendiri NU), berolahraga, budaya serta dan agama jadi satu nafas rakyat Indonesia. Karena itu kita praktikkan saat ini, serta sukses," katanya.Dalam arena Internasional Tur de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018,

beberapa kebiasaan, seni serta budaya Banyuwangi disuguhi di start serta finis. Untuk etape ke-2, tidak hanya shalawat ikut disuguhi tari Jakripah, Tarian Barong ciri khas Banyuwangi. Sesaat di finis, ikut diselenggarakan musik hadrah serta gamelan using.

Tidak cuma itu, di beberapa titik yang dilewati rider, penduduk ikut ketertarikan menyongsong rider yang melewati daerahnya. Beberapa atraksi seni dipertunjukkan, dari mulai Barong, musik tradisionil, sampai Gandrung terlihat menyongsong beberapa rider.

Baca Juga : Cara Merawat Senar Bass dan Merawat Senar Bass Yang Baik

International Tur de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 adalah moment sport yang dibalut pariwisata. Pada arena ini, Banyuwangi menyengaja mengenalkan kecantikan alam, seni serta budayanya, melalui etape-etape yang akan dilewati beberapa pesertanya.

Tahun ini, penyelenggaraan ITdBI telah masuk pelaksanaan ke-7. Topik yang diambil ialah Spirit of Blue Fire. Beberapa peserta akan meniti jarak seputar 599 km., yang terdiri dari empat etape. Semua etape yang disediakan, akan ambil start di tempat ikonik Banyuwangi. Beberapa spot baru, ikut jadi jalan etape beberapa rider sepeda.

Pembukaan Asian Para Games 2018, Ada Penari Tunarungu tanpa Musik

Pra-event pembukaan Asian Beberapa Games 2018 mendatangkan enam penari tunarungu. Kedatangan penari tunarungu ini mengundang perhatian sebab mereka tidak berhenti menari walau musik berhenti berputar-putar di dalam tarian.

Baca Juga : Sejarah Gitar Bass dan Sejarah Alat Musik Gitar Bass

Pra-event pembukaan Asian Beberapa Games 2018 berjalan satu jam sebelum acara penting pembukaan Asian Beberapa Games 2018 yang diawali jam 19.00. Acara itu dipandu oleh artis Raffi Ahmad.

Enam penari yang kenakan pakaian biru serta selendang merah mendatangi Rafi Ahmad yang berdiri diatas panggung. Musik lalu mengalun serta enam penari barusan berlenggak-lenggok. Tangan serta pinggul mereka berjalan tunjukkan lambang burung Nurbuyat yang adalah burung sinar serta ilmu dan pengetahuan.

Baca Juga : Cara Bermain Gitar Bass

Pada satu waktu, musik berhenti. Akan tetapi enam penari barusan masih menari. "Walau musik berhenti tetapi mereka tidak berhenti menari. Sebab mereka menari dengan hati," papar Rafi Ahmad di Stadion Penting Gelanggang olahraga Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu 6 Oktober 2018.

Riuh tepok tangan pemirsa kagum dengan potensi beberapa penari tunarungu yang terhimpun dalam komune seni Smile Motivator itu. Pendamping enam penari tunarungu, Eneng menjelaskan komune seni Smile Motivator menggembleng mereka semenjak 2012.

Baca Juga : Cara Bermain Bass dan Bermain Bass Untuk Pemula

Komune ini memiliki komitmen menyatukan disabilitas serta seni jadi fasilitas sebarkan nilai-nilai positif. "Kami ingin sejuta senyum serta beberapa orang tersenyum," kata Eneng.

Orang Indonesia Unduh 2,8 Miliar Musik Secara Ilegal Setiap Tahun

Asosiasi Industri Rekaman Indonesia mencatat industri musik Indonesia alami kerugian sampai Rp 8,4 triliun, per tahun melalui situs ambil musik gratis yang berada di internet. General Manager Asiri Ventha Lesmana menjelaskan tiap-tiap tahun ada 2,8 miliar lagu yang didownload penduduk Indonesia, lewat situs ilegal.

"Ini berefek pada kerugian besar pada semua pihak yang ikut serta dalam industri musik," kata Ventha di Jakarta, Kamis, 12 Oktober 2017. Asiri, katanya, menaungi 80 industri rekaman di Indonesia. Dari jumlahnya itu sekitar 77 adalah produser lokal serta bekasnya di luar Indonesia.

Baca Juga : Sejarah Biola dan Sejarah Alat Musik Biola

Menurut dia, pemerintah mesti memblok situs ambil musik gratis, sebab merugikan industri musik di tanah air. Dia menjelaskan program Infringing Web Daftar (IWL), yang mempunyai tujuan untuk kurangi pemasangan serta penghasilan iklan dari situ-situs pembajakan, begitu penting diselenggarakan.

Dengan program itu, katanya, dapat kurangi situs pembajakan serta membuat perlindungan hak cipta beberapa stakeholder musik serta film di tanah air. Selama ini telah lebih dari 300 situs pembajakan baik musik serta film yang dikunci.

Baca Juga : Sejarah Ukulele dengan Sejarah Alat Musik Ukulele

Keseluruhan untuk situs pembajakan musik dari jumlahnya itu ada 45 situs. Pihaknya sudah mereferensikan 84 situs pembajakan dari industri musik untuk dikunci. Hal tersebut mempunyai tujuan untuk kurangi level pembajakan hak cipta dalam dunia maya.

"Yang terbaik untuk industri musik ialah dengan dengar dengan streaming di situs yang telah memiliki legalitas sah," katanya. "Sebab banyak yang bajakan, keuntungan yang masuk dari industri musik digital baru 14 %."

Kustomfest 2018: Honda Vario Bergaya Chopper Hingga Motor Musik

Pameran kustom paling besar di Indonesia, Kustomfest 2018 kembali diselenggarakan tanggal 6 - 7 Oktober di Yogyakarta. Dalam pameran modifikasi yang dipusatkan di gedung Jogja Expo Center itu, beberapa karya unik ditonjolkan oleh beberapa builder dipilih yang sukses lolos seleksi. Keseluruhan ada 155 motor kustom yang dapat mejeng dalam ajang indoor itu. Ada beberapa ratus motor juga yang harus tersisih tidak dapat ikuti arena itu sebab dipandang tidak penuhi persyaratan kustom yang mengangkat topik Colors of Difference itu.

Salah satunya motor kustom dipilih yaitu punya builder asal Malang Jawa Timur, Dimas Zakaria bersama dengan bengkelnya Grave Digger. Motor Dimas yang dicustom mempunyai basic Honda Vario 110 cc tahun 2010. Namum motor itu benar-benar tidak terlihat sisa Varionya sebab telah dirombak keseluruhan bergaya chopper.

Baca Juga : Jenis Jenis Ukulele dan Jenis Ukulele Berdasarkan Ukuran

Chopper dengan panjang 1,5 mtr. itu mempunyai kekhasan pada garapan bodynya yang ambil bentuk bentuk alat musik. Yang semua diolah dengan hand made atau bikinan tangan. Contohnya tangki berupa biola, knalpot berupa saksofon, jok mirip keyboard, serta sisi yang lain.

Alat musik jadi pilihan kustom sebab saya ingin ada ciri saja, yang menggabungkan lekuk alat musik sesuai dengan sisi motor," tutur Dimas didapati Tempo Jumat 5 Oktober 2018. Dimas mengakui habiskan 2 bulan lebih bangun motornya itu. Cost yang dihabiskan sampai Rp 30 juta.

"Kesulitannya waktu membuat tangki serupa biola supaya taraf biolanya tidak banyak beralih seperti aslinya," tutur Dimas yang cuma memakai mesin saja dari sisi asli Vario itu. Motor custom Dimas ini awal mulanya juara pertama kelompok matic custom Suryanation 2017, juara pertama Kampus Brawijaya Malang, serta juara pertama Honda Auto Contest 2018.

Baca Juga : Jenis Ukuran Ukulele dan Jenis Jenis Gitar

Tidak hanya motor musik punya Dimas, ada juga motor bergaya bagger atau mempunyai bagasi dengan warna hijau metalik ngejreng serupa belalang sembah. Motor bongsor yang cukuplah mengambil perhatian ini dikerjakan bengkel Robot Motorworks asal Yogya. Motor bagger ini memakai mesin basic dari pabrikan S&S 2000 cc yang berbasiskan di Taiwan. Dengan mode softail, motor ini fairingnya dicustom semuanya memakai bahan pelat.

Memakai roda depan after mich dengan ukuran ring 30 inci dengan ukuran ban 140/40 tengah ban belakang memakai ring 18 inci. "Semua body motor ini full custom, yanh original cuma mesinnya," tutur pemilik bengkel kustom Robot Motorworks Robby Budi Murtanto.

Robby menjelaskan kesusahan penting bangun motor bagger itu sebab semua bodi ditempa memakai pelat. Walau sebenarnya umumnya builder membangunnya menggunakan bahan yang lebih gampang dibuat seperti karbon kevlar atau fiberglass. "Jika bahan karbon atau fiber kan tinggal membuat cetakan selesa, jika bahan pelat mesti ketok serta bentuk semuanya pelan-pelan," katanya.

Sisi yang mengambil perhatian dari motor berwarha hijau selama 2 mtr. itu diantaranya lampu depan. Mencomot lampu punya Mio Fino, Robby meningkatkan aksennya lebih classic di bagian topinya lebih dikit memanjang dengan bahan pelat juga. Sisi jok memakai kulit serta sisi penggerak memakai belt atau sabuk, bukan rantai kembali.

Baca Juga : Harga Gitar Akustik dengan Harga Gitar Elektrik

Akan tetapi sisi bagasi atau bagger motor ini cuma pemanis. Tidak berperan menjadi bagasi biasanya seperti bagger dari Harley Davidson biasanya. "Motor ini ditangani 9 bulan dengan biayanya seputar Rp 225 juta," katanya. Diluar itu satu motor yang ikut mengambil perhatian yaitu satu chopper garapan bengkel asal Sanur Bali, AMS Garage yang dinamakan Gajah Ireng. Chopper punya Putu Ajus Muliawarman itu memakai mesin S&S 1200 cc serta mengangkat saluran Pro Street seperti dicirikan dengan ban raksasa ukuran 300, lebar 8 inci dengan ring 18 inci dibagian belakangnya.

Motor yang sudah sempat jadi juara arena modifikasi Suryanation 2018 kelompok Free For All di Bali itu menyisipkan frame atau rangka import bikinan bengkel kustom kenamaan Jerman, Waltz. Tengah sisi air suspensi dikepras ditukar softail serta semua bodi ditempa bahan alumunium. Untuk kustomnya saja, motor ini telah habiskan cost Rp 200 juta.

Panggung Musik dan Foodtruck Hibur Wisatawan yang Dievakuasi

Team Crisis Center (TCC) Kementerian Pariwisata lakukan beberapa langkah mengatasi wisatawan asing yang dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Meno, serta Gili Air, paska terjadinya gempa lombok. Supaya tidak jemu, contohnya, di Bandara Internasional Lombok disediakan panggung musik untuk menghibur beberapa turis yang menanti penerbangan.

Dari photo yang di terima Tempo dari Ketua TCC sekaligus juga Kepala Biro Komunikasi Publik Guntur Sakti, Selasa, 7/8, sore terlihat beberapa wisatawan dibawa bernyanyi bersamanya. Diluar itu, wisatawan ikut memperoleh air mineral, kopi, permen, serta power cord di bandara.

Baca Juga : Teknik Bermain Drum dan Cara Mudah Bermain Drum

Beberapa wisatawan asing serta domestik sudah dievakuasi semenjak tadi malam sampai Selasa pagi, 7/8, dari trio Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, serta Gili Air) oleh team kombinasi. Team Crisis Center (TCC) Kementerian Pariwisata memberikan laporan, mereka sesaat ditampung di beberapa posko TCC.

Guntur Sakti menjelaskan TCC menyebar di tiga titik, yaitu di Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Pelabuhan Bangsal, serta di Bandara Internasional Lombok.

Di TCC Dinas Pariwisata, TCC sudah menyiapkan food truck untuk kepentingan makan beberapa wisatawan. “Food truck beroperasi semenjak jam 08.00 WITA,” kata Guntur dalam pesan pendeknya pada Tempo, Selasa, 7/8. Beberapa wisatawan, yang didominasi wisatawan asing, sudah ditampung di kantor Dinas Pariwisata Propinsi NTB semenjak tadi malam.

Baca Juga : Bermain Drum Untuk Pemula dengan Cara Belajar Drum

Tidak hanya makan berat, wisatawan disiapkan makanan ringan untuk kurangi kebosanan menanti evakuasi setelah itu. Dari sini mereka akan diantar ke Pelabuhan Lembar atau Bandara Internasional Lombok.

Team Politeknik Pariwisata ditempat lakukan pendataan waktu wisatawan datang dari Pelabuhan Bangsal. Wisatawan dicatat, apa mereka akan bermalam di posko itu atau tidak. Mereka yang pilih bermalam kembali akan disediakan mi seduh instant, power cord, air mineral, serta lotion anti-nyamuk.

Baca Juga : Belajar Drum Double Pedal dengan Teknik Drum Double Pedal

Selain itu, TCC posko Gili memberikan laporan, sampai jam 09.00 WITA, telah ada lima bus yang mengangkat wisatawan. Tiga salah satunya bermuatan 50 orang. Wisatawan dari ke-3 bus ini diantar ke posko Disparprov NTB serta Bandara Internasional Lombok. Sedang dua yang lain semasing menyimpan 27 orang ke arah Bandara Internasional Lombok.

Sampai sekarang ini, TCC Gili bersama dengan TNI AL serta Polairud masih tetap menyisir lokasi Gili Trawangan, Gili Air, serta Gili Meno untuk mencari wisatawan yang belumlah terbawa. Dilaporkan, seputar 100 wisman paling akhir sudah dievakusi oleh kapal Polair ke arah Pelabuhan Bangsal.